HOME-ENGISH
SERTIFIKASI
KEMBALI
PRODUK
PROSES
KEBIJAKAN MUTU
OUR GROUP
CONTACT US
LINKS
ENGLISH
Data Produk
A. Pipa Soket
Pipa besi Ductile yang diproduksi dalam dipasok oleh Growth Pamindo sesuai dengan Standard Internasional ISO 2531-1998 dan Standard Inggris BS EN 545-1995.

Pipa besi Ductile yang diproduksi oleh Growth Pamindo mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap kebocoran, diandalkan untuk mengatasi permasalahan pemipaan pada air pompa dan air limbah, tersedia dalam kelas K9 dan K12 guna memenuhi berbagai persyaratan aplikasi untuk tekanan dan beban.

B. Pipa Flange
Pipa Flange dengan pengelasan Flange
Pipa Flange dengan pengelasan flange tersedia berdasarkan permintaan dengan ukuran panjang 5,9 meter atau yang lebih pendek untuk kelas  K9 dan K12.
Pipa flange dengan penguliran flange
Pipa flange yang diulir flangenya tersedia berdasarkan permintaan unutk ukuran panjang 5,9 meter atau yang lebih pendek untuk kelas K9 dan K12.
Penyambungan yang kuat
C. Sifat-sifat Mekanis
Informasi teknikal berikut ini sesuai dengan ISO 2531 dan BS EN 545 pipa besi Ductile untuk pemipaan air dan gas.

D. Hydrostatic Test Pressure for Class > K9
Hydraulic pressure test is carried out on all pipes before the application of their internal and external coatings. The internal hydrostatic pressure is raised steadily until it reaches the work hydrostatic test pressure given in table below, which is maintained for a sufficient time to allow visual inspection of the pipe barrel.

E. Tolerances on the Standard Masses
The mass of pipes are calculated by taking the density of cast iron 7,050 kg/m3.

 

Proses Pembuatan Pipa Besi Ductile

Pipa besi Ductile Growth Pamindo diproduksi dengan menggunakan bahan baku bermutu dan teknologi yang terbaru. Dengan pengalaman dan keahlian di bidang industri pengecoran logam, Growth Pamindo mampu untuk memproduksi pipa besi Ductile dengan kualitas tinggi.

Prosedur kontrol terhadap mutu dilaksanakan secara menyeluruh terhadap semua proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, pemeriksaan mikroskopik terhadap struktur logam, pengujian tekanan hidraulik, pemerikasaan dimensi dan pengujian bahan untuk daya rentang (tensile), daya ulur (elongation) dan kekerasan.

A. Peleburan
Besi dengan kadar kotoran yang rendah dan ferro-alloy dilebur pada suhu lebih dari 150000C di tanur induksi listrik. Setelah tercapai komposisi dan suhu yang tepat, leburan besi dituang dari tanur induksi ke gayung tuangan. Leburan besi ini kemudian dicampur dengan magnesium, dan inoculant sehingga menjadi bentuk spheroidal yang memberikan sifat keturunan yang sangat baik.

 
B. Pengecetan Sentrifugal
Lapisan tahan api disemprotkan ke permukaan dalam cetakan pipa dan penutup yang terbuat dari pasir resin ditempatkan pada ujung pipa untuk mendapatkan bentuk socket. Leburan besi dituang dengan hati-hati ke dalam cetakan pipa yang berputar cepat dan gaya sentrifugal putaran dan membentuk pipa sesuai dengan bentuk cetakan dan penutup pipa. Lapisan tahan api pada cetakan akan memperlambat proses pendinginan pada pipa dan mencegah dalam pembentukan karbit.
C. Proses Penguatan
Dalam tanur penguatan, pipa dipanaskan pada temperatur 7500C selama beberapa jam guna memperbaiki struktur mikro logam sehingga meningkatkan sifat kelenturan.

 
D. Pembersihan
Setelah keluar dari tanur penguatan, pipa lalu dilanjutkan ke mesin pembersih dengan menggunakan tembakan kepala paku sampai bersih agar siap untuk pelapisan bagian luar. 
E. Pemotongan
Bagian socket dan spigot dan dilakukan pemotongan sesuai dengan ukuran. Sample pipa diambil untuk pengujian daya rentang.

 
F. Pengujian Tekanan Hidraulik
Pipa kemudian diuji kekuatan dan ketahanannya terhadap kebocoran dengan tekanan tinggi pada mesin penguji hidraulik. 
G. Galvanising
Bagian luar pipa diberi proteksi dengan lapisan zinc metalik sebanyak 130 g/m2. dalam proses ini, zinc disemprot dengan busur listrik pada permukaan pipa yang kering dan masih panas. Lapisan zinc akan memberikan perlindungan galvanisi pada pipa meskipun pada area dimana lapisan perlindungan telah rusak secara mekanis sewaktu pemasangan. 
H. Pelapisan Semen
Pipa dilapisi dengan adukan semen dan pasir berkualitas tinggi. Adukan semen ini dituang ke dalam pipa yang berputar dalam kecepatan tinggi dan menyebar rata pada seluruh permukaan bagian dalam pipa. Lapisan semen ini akan membuat pipa lebih tahan terhadap pengkaratan dan mengurangi terjadinya putaran air dalam pipa. Lapisan semen yang bercampur dengan air akan mengakibatkan kandungan asam sekitar dinding pipa menjadi lebih tinggi.
 
I. Pelapisan Bagian Luar
Bagian luar dari pipa besi Ductile dilapisi cat aspal untuk memberikan perlindungan terhadap zinc. Lapisan aspal pada batubara ini diaplikasikan ke pipa dengan menggunakan metode airlines spray.
J. Pemeriksaan Akhir
Semua pipa diperiksa ulang sebelum dikirim. Kontrol kualitas yang ketat dari Growth Pamindo menjamin bahwa semua produk yang dihasilkan dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang lama untuk berbagai kondisi. 

 

Penyambungan

A. Metode Tyton® Joint

Pipa besi Ductile Growth Pamindo menggunakan sistem sambungan sejenis Tyton® dimana pemakaiannya telah terbukti tahan lama, tahan bocor dan pengerakan tanah yang tidak terduga, dapat diinstallasi dengan cepat dan mudah tanpa perlu peralatan lapangan yang khusus. Tyton® Joint secara otomatis memusatkan ujung spigot ke dalam socket upah kerja menjadi rendah karena sistem penyambungan pipa yang sangat sederhana tersebut.

Sambungan Tyton® sangat kuat unutk merupakan sambungan yang efisien untuk pemipaan saluran air yang luas di seluruh dunia. Selain penggunaan yang biasa pada sambungan elbow dan sambungan T, dan lainnya ; tidak diperlukan lagi sambungan lainnya dan dengan penyambungan yang sederhana dengan hanya menggunakan komponen yang terpisah-karet penyekat yang spesial, memungkinkan pemasangan pipa yang cepat dan murah, meskipun pada kondisi basah.

B. Pemasangan

Petunjuk untuk penyambungan:

  • Pastikan bagian dalam dari socket, spigot dan karet penyekat tersebut bersih.
  • Oleskan pelumas pada permukaan yang terlihat pada Gbr. 5.2. usahakan agar tidak ada benda lain menempel pada permukaan pelumas yang masih lengket.
  • Tempatkan ujung pipa yang akan disambung segaris dan pastikan ujung pipa ini dimasukkan dengan benar kedalam karet penyekat. Pergunakan peralatan yang sesuai untuk mendorong ujung pipa masuk kedalam dudukan karet dan socket seperti pada Gbr. 5.2. periksalah toleransi lengkungan bila dianggap perlu.

 

Peringatan: Cara yang salah dalam memasukkan spigot ke dalam socket dapat menyebabkan karet penyekat rusak dan mengakibatkan kebocoran.

GRUP KAMI